Senin, 27 Mei 2013

Mengapa Anak Harus Kenal Teknologi Sejak Dini?

Produk-produk gadget dan alat komunikasi lain sudah menjadi benda wajib dalam kehidupan keluarga. Orangtua pun tak ragu membekali anak dengan berbagai perangkat komunikasi, seperti smartphone atau komputer tablet. Namun, sebenarnya di usia berapa sih anak dapat dikenalkan pada teknologi?


Menurut psikolog Roslina Verauli, MPsi, kapan tepatnya anak bisa dikenalkan dengan teknologi, semua tergantung pada lingkungan sekitarnya. Kalau keluarga Anda kaya akan teknologi, maka anak pun perlu dikenalkan teknologi sejak dini.
"Jika Anda sudah menggunakan teknologi di rumah, mau tak mau anak juga akan bertanya mengenai hal tersebut. Dan, pada saat itulah Anda harus mengenalkan teknologi padanya. Namun, dengan batasan dan aturan yang sesuai," ujarnya, saat media sharing bersama Intel di Bistronomy, Jakarta, Selasa (30/4/2013). Sebaliknya jika Anda tidak kenal teknologi, maka Anda tidak perlu mengenalkan teknologi.
Jika anak telah dikenalkan dengan teknologi, anak akan menjadi individu yang kompeten dan mandiri. Yang dimaksud dengan mandiri, yaitu anak tidak akan lagi tergantung dengan orang sekitar. Bahkan, anak sudah mandiri pada usia tiga tahun.
"Maksud mandiri itu adalah sudah bisa pakai baju sendiri, mandi sendiri, dan sudah bisa tidur sendiri. Dan saat usia empat tahun sudah total mandiri karena tidak lagi tergantung pada orang-orang dewasa," paparnya.
Menurut sebuah riset pada tahun 1998, anak pra-sekolah dengan akses komputer cenderung memiliki pengetahuan umum dan kemampuan bahasa yang baik. Penggunaan komputer juga berhubungan dengan peningkatan prestasi akademis pada anak usia sekolah. Karena, teknologi sebenarnya memberi banyak manfaat untuk anak, seperti:
* Untuk anak usia 3-6 tahun, mereka akan terlengkapi dengan ruang belajar, yaitu menggambar dan mendesain. Dari sisi hiburan, penggunaan games, video, atau musik, akan menjadi ruang bagi anak untuk belajar secara lisan mengasah motorik dan panca inderanya.
* Untuk anak usia 6 tahun ke atas, mereka dapat menggunakan komputer untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah. Mereka juga akan belajar untuk menggunakan email, dan berbagai aplikasi chatting yang juga dapat meningkatkan verbal skill anak.
"Jadi, Anda tidak perlu takut apabila ingin memperkenalkan teknologi pada anak. Karena, kebutuhan teknologi menjadi bahan pembelajaran bagi mereka agar lebih terasah kemampuannya," tutupnya.
Orangtua tak perlu takut anak hanya akan terpaku pada gadget-nya atau mengalami kecanduan yang membuat mereka malas belajar. Semuanya tergantung pada cara Anda memperkenalkan anak pada teknologi, dan seberapa butuh mereka terhadap teknologi. 

sumber: http://nasional.kompas.com/read/2013/04/30/23533921/Mengapa.Anak.Harus.Kenal.Teknologi.Sejak.Dini.

Youth Jazz Community Review on Jazzquality

LORETA KAROSEKALI. MEDAN. Musik Jazz, meramaikan Hotel Santika Medan [Selasa 30/4], dengan dentuman dan performance yang menampilkan banyak anak muda. Bertepatan dengan Hari Jazz International, Harian Tribun Medan bekerjasama dengan Yopie Music School dan beberapa komunitas Jazz seperti Youth Jazz Community menyediakan panggung untuk pemusik jazz dan pecinta jazz di Medan.
JazzQuality, tema acara ini rupanya sudah kesekian kalinya digelar di tempat yang berbeda-beda. Di panggung JazzQuality, pecinta jazz tua muda bergabung. Beberapa performer seperti Mahameru, BDG, menampilkan kebolehan mereka di panggung disaksikan ratusan penonton yang hampir setengahnya tidak lagi memiliki tempat duduk.
Averiana 2
Averiana Barus
Afin, promotor acara ini mengatakan jumlah penonton di luar dugaan. Namun JazzQuality yang dihadiri Konjen AS ini berjalan hangat dan santai. Di antara performer yang tampil, ikut menyumbangkan suaranya, Averiana Barus, reporter Tribun Medan yang juga penyanyi dan penari Sanggar Seni Sirulo membawakan lagu lawas milik Frank Sinatra, Newyork,Newyork diiringi Yopie and Friends.
Di panggung yang menampilkan kebanyakan Performer laki-laki ini, menawarkan warna yang berbeda. Sempat mengajak Konjen AS untuk Sumut Kathryn bernyanyi, lagu ini ditutup dengan tepuk tangan penonton. Lagu terakhirnya, One and Only dibawakan lebih kental nuansa blues. Penampil yang lain ada juga menawarkan Jazz berkolaborasi dengan suling Batak dengan lagu Batak berasansemen Jazz.
Hingga akhir acara JazzQuality hampir tengah malam, pecinta Jazz masih nongkrong di tempat duduknya sambil menikmati suguhan dari Ulos Café Hotel Santika.

Sumber: https://www.google.com/#sclient=psy-ab&q=youth+jazz+community+medan&oq=youth+jazz+community+medan&gs_l=hp.3..35i39.40634.41284.2.42094.7.4.0.0.0.3.647.1711.2-1j1j1j1.4.0...0.0...1c.1.14.psy-ab.aofhYioo1BM&pbx=1&bav=on.2,or.r_cp.r_qf.&bvm=bv.47008514,d.bmk&fp=c6ff01456ab69b7d&biw=1024&bih=625

Jumat, 24 Mei 2013

Psikologi Islami: 5 Hal yang Paling Disesali Sebelum Kematian


Kematian adalah akhir dari fase kehidupan yang akan dialami setiap manusia. Namun bagaimana cara manusia menghadapi kematian adalah pilihan setiap individu. Lalu apakah hal yang paling disesali manusia sebelum menghadapi kematiannya?



Perawat asal Australia, Bronnie Ware, yang bekerja mendampingi dan memberi konseling kepada pasien kritis, mencoba mencatat apa saja yang paling disesali manusia sebelum menghadapi kematiannya. Berikut ini 5 hal yang paing disesali sebelum kematian yang berhasil ia rangkum:

1. Saya berharap bisa mewujudkan kehidupan yang paling saya inginkan, bukan hidup atas keinginan orang lain terhadap saya.

Pernyataan itu adalah hal yang paling disesali oleh pasien, ketika manusia mencoba mengulang kembali ingatan tentang hidup yang telah dijalani sebelumnya.

Mereka baru menyadari bahwa kesehatan telah memberikan segalanya untuk dinikmati, tapi sedikit yang menyadarinya dan tidak hidup dengan baik. Pasien, baru menyadari itu ketika kesehatan tidak lagi dapat dimiliki.


2. Saya berharap bekerja lebih keras.

Pernyataan ini banyak muncul dari mulut pasien laki-laki. Mereka sangat merindukan masa kecil dan pertemanan mereka. Sebagian pasien perempuan juga mengucapkan penyesalan ini, tapi tidak sebanyak pasien pria.

Pasalnya kebanyakan pasien perempuan bukan pencari nafkah. Pasien laki-laki kebanyakan menyesali hidup yang mereka habiskan dalam pekerjaan hanya untuk mencari eksistensi.


3. Saya berharap dapat menyatakan perasaan saya lebih terbuka.

Banyak pasien yang merasa tidak dapat mengungkapkan apa yang dirasakannya demi menjaga perasaan orang lain. Sering pasien merasa tidak mampu menjadi diri mereka sendiri.

Mereka baru menyadari sebenarnya banyak penyakit yang bisa timbul akibat terlalu dalam merasakan penderitaan dan kepahitan tanpa bisa dikeluarkan.


4. Saya berharap dapat terus menjalin hubungan baik dengan teman.

Seringkali banyak pasien tidak menyadari manfaat berkumpul dan menghabiskan waktu seharian dengan teman-teman mereka adalah suatu hal yang paling berharga. Banyak pasien merasa mereka terjebak dalam aktivitas rutin bekerja, dan waktu mereka lewat begitu saja.

Banyak penyesalan mendalam yang diucapkan pasien kritis tentang persahabatan. Bahkan sebagian pasien merindukan teman-teman mereka ketika tengah sekarat.


5. Saya berharap bisa membuat hidup saya lebih bahagia.

Pernyataan terakhir adalah pernyataan yang cukup mengejutkan dari pasien. Ternyata banyak pasien sekarat yang tidak menyadari bahwa kebahagiaan adalah sebuah pilihan.

Mereka banyak yang terjebak dalam pola dan kebiasaan lama, bahwa mereka takut menunjukkan emosi mereka dengan berpura-pura di hadapan orang lain. Padahal jauh di dalam dirinya, mereka ingin melakukan suatu hal yang konyol dan tertawa lepas.

Sumber: http://www.apakabardunia.com/2012/11/mau-punya-banyak-nyawa-jadi-rockstar-aja.html


6 Pertanyaan Pembuka Pikiran

Suatu hari , Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.


1. Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?


Murid-muridnya ada yang menjawab “orang tua”, “guru”, “teman”, dan “kerabatnya” ..

Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar.

Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah
“kematian”. Sebab kematian adalah PASTI adanya….



2. Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua, “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?


Murid-muridnya ada yang menjawab… “negara Cina”, “bulan”, “matahari”, dan “bintang-bintang” Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar…


Tapi yang paling benar adalah “masa lalu”.

Siapa pun kita… bagaimana pun kita…dan betapa kayanya kita… tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu, sebab itu kita harus menjaga hari ini… dan hari-hari yang akan datang..


3. Apa yang paling besar di dunia ini?


Murid-muridnya ada yang menjawab “gunung”, “bumi”, dan “matahari”.

Semua jawaban itu benar kata Sang Guru …

Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “nafsu”. Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya. Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi. Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini… jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat).


4. Apa yang paling berat di dunia ini?


Di antara muridnya ada yang menjawab… “baja”, “besi”, dan “gajah”.

“Semua jawaban hampir benar…”, kata Sang Guru, tapi yang paling berat adalah “memegang amanah”


5. Apa yang paling ringan di dunia ini?


Ada yang menjawab “kapas”, “angin”, “debu”, dan “daun-daunan”. 

“Semua itu benar…”, kata Sang Guru, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan ibadah.


6. Pertanyaan terakhir, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?"


Murid-muridnya menjawab dengan serentak… “PEDANG…!! !”


“(hampir) Benar…”, kata Sang Guru. Tetapi yang paling tajam adalah lidah manusia. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri 


sumber: http://www.apakabardunia.com/2013/05/renungkan-6-pertanyaan-ini.html

WUDC (World Universities Debate Championship) MOTIONS

Rd1: This house believes that national sporting teams should reflect the diversity of the national population
Rd2: This house believes that all states have a right to nuclear weapons
Rd3: This house believes that governments should not provide benefits on the basis of marital status
Rd4: This house believes that central banks should set limits on government spending
Rd5: This wouse would prioritise asylum Seekers who have engaged in armed struggle against oppressive regimes
Rd6: This wouse would allow teachers unions the right to strike
Rd7: This wouse would require individuals to reveal their actual identity when communicating on the internet
Rd8: This house believes that the southern african development community (SADC) should pursue political union
Rd9: This house believes that social movements should use the courts rather than the legislature to advance social change
Octo: This wouse would buy countries votes in nternational organizations
Qtr: This house believes that courts should not enforce wills that discriminate on the basis of race Semi: This house opposes organised religion
Final: This wouse would invade Zimbabwe
EFL Semi: This house supports a one state solution for the Israeli-Palestinian conflict
EFL Final: This wouse would give more votes to the poor
ESL Qtr: This house believes that domestic courts should try foreign nationals who commit war crimes abroad
ESL Semi: This wouse would prefer that the children of racial minorities be adopted by parents of that race
ESL Final: This house believes that the courts should break up consistently dominant political parties
Masters Rd1: This wouse would buy local
Masters Final: This house prefers a philosopher King to a tyrannical democracy

WUDC 2010 Koc Motions

WUDC 2010 (Koc, Turkey) Motions Round 1
This house would ban labour unions.

Round 2
This house believes that developing nations should pay for the full tuition of female university students.

Round 3
This house would financially incentivize both inter-faith and inter-ethnic marriages.

Round 4
THW prohibit high-ranking members of the Sri Lankan military and the Tamil Tigers from participation in the election.

Round 5
THW abolish taxes on alcohol and cigarettes that go beyond normal sales taxes.

Round 6
THW prosecute communities for complicity in honour killings.

Round 7
THW grant those diagnosed with terminal illnesses the right to access treatments that have not completed clinical testing.

Round 8
THW partition Sudan.

Round 9
THW ban all pornography.

EFL Semifinals
This House would use faith based rehabilitation in prison.

EFL Final
This House believes that democratic states should own their own broadcasting corporations.

ESL Quarterfinals
This House would ban any scheme intended to cure homosexuality

ESL Semifinals
This house would allow prisoners to raise their babies behind bars.

ESL Final
This house would prohibit expression that portrays convicted war criminals in a positive light.

Octofinals
This house believes the West should recognise the Dali Lama

Quarterfinals
This house would ban all procedures to alter one's racial appearance.

Semifinals
THB that the United States government should subsidize Twitter to liberalize oppressed societies

Grand Final
THB that the media should show the full horror of war

WUDC 2009 Cork Motions

Final : That this house would allow abortion at all stages of pregnancy
Semi Final: This house believes governments should subsidise private home ownership.
Qtr Final: This house believes that the international criminal court should prosecute crimes against the democratic process.
Octo Final: This house would arm local militia to fight the taliban in Afghanistan.
ESL Final: This house would implement quotas for domestic players in national football leagues.
EFL Final: This house would prohibit all private health care.
Round 9: This house would ban the publication of political opinion polls.
Round 8: This house would apply a lower rate of income tax to women.
Round 7: This house believes that the west should recognise the independence of Abkhazia.
Round 6: This house would criminalise adultery.
Round 5: This house believes that China and India should bear the same obligations as the West in fighting climate change
Round 4: This house would force the religious desegregation of Northern Irish schools.
Round 3: This house would allow soldiers to sue their government for negligence.
Round 2: This house would fire the senior managements of all corporations which receive government bailouts.
Round 1: This house would ban all forms of gambling.
Womens Debate: This house would ban all forms of religious gender discrimination.
Adj Test: This house would allow insurance companies to view genetic test results in assessing potential customers.

WUDC 2008 Assumption Motions

Round 8 THB that governments should never rescue failing private industry.
Round 7 This House would assassinate Vladimir Putin.
Round 6 THW subject foreign political contributions to greater restrictions than domestic contributions.
Round 5 This House believes that every criminal defendant should be required to use a government provided defense lawyer.
Round 4 This House believes that the European Union should only direct aid to nations that pursue environmentally sustainable development.
Round 3 THW not allow local government to pay for the relocation of homeless people
Round 2 This House believes that Taiwan should declare independence now
Round 1 This House would allow the use of torture.
All the motions have been taken from the Global debate blog (Tuna)  (didn't ask for permission, but as far as I know Tuna he is not mad at me :D)
ESL SEMIFINALS

Motion: This House would require doctors to report all cases of suspected domestic violence.
ESL FINALS:
The motion:This House believes that the Turkish military should stop enforcing the separation of church and state.
OCTOFINALS:
Motion: This House believes that governments in the developing world should invest in sex tourism.

Room: Emerald
Government: Auckland A, Sydney A
Opposition: Macquarie A, Vicgtoria C
Advancing: Auckland A, Sydney A

University of British Columbia, Vancouver 2007 WUDC

Final This house believes that economic growth is the solution to climate change
Semi Final This house would ban websites that glorify eating disorders
Qtr Final This house believes that people sentenced to life imprisonment should be allowed to choose the death penalty instead
Octo Final This house believes that developing nation should nationalize their energy resources
Round 9 This house would grant citizenship in exchange for military service
Round 8 This house would ban Cosmetic Surgery
Round 7 This house would support regime change in Myanmar/Burma
Round 6 This house would abolish all taxes on inherited wealth
Round 5 This house supports independence for Quebec
Round 4 This house would criminalize the payment of ransom
Round 3 This House supports accelerated land redistribution in South Africa
Round 2 This house believes that the UK should abolish it’s nuclear arsenal
Round 1 This house would ban government funding of religious schools
ESL Final
This house believes that politicians have a right to a private life
ESL Semi This house believes all serious crimes should be trialed by Jury
Masters Final This house supports a 35 hour working week
Masters Round 1 This house would designate one city to permanently host the Olympics
Masters Round 2 This house believes that governments should provide heroin addicts with safe injection facilities
EFL Final
This house would lift sanctions on Iran

World University Debate Championship Dublin 2006

Final: That this house would abolish all laws prohibiting cruelty to animals
Semi: This house would prohibit speeches that incite hatred (wording may be incorrect)
Qtr: This House Would permit legislating by citizen initiated referenda
Octo: This House believes that international law should recognise the right of each state to unilaterally undertake armed humanitarian intervention

ESL Final: This House Believes that European Governments should payparents to have children.
ESL Semi: This House would abandon the civilian use of nuclear power.
1 This House Would Grant An Amnesty To All Illegal Immigrants Currently In The United States
2 That This House Believes That The Catholic Church Should Allow The Use Of Condoms In The Fight Against HIV/AIDS In Africa
3 That This House Believes The West Should End Military Cooperation With Pakistan Until It Holds Free Presidential Elections
4 This House Would Prohibit Women Over The Age Of 45 Years From Undergoing Assisted Human Reproduction
5 This House Would Give Japan A Permanent Seat On The United Nations Security Council
6 This House Would Not Allow Intelligent Design To Be Included In The School Science Curriculum
7 This House Would Recognise A Legally Enforceable Right To A Minimum Standard Of Living
8 This House Supports The Creation Of An Independent State For The Iraqi Kurds
9 This House Supports Indigenous Persons Convicted Of A Crime Being Sentenced By Their Community And Not The Courts

World University Debate Championship Multimedia University Malaysia 2005

Final This House Supports Corporal Punishment in Schools
Semi-Final This House Would Use Gambling To Rejuvenate Depressed Economic Zones
Quarter Final This House Believes That Mentally Handicapped People Are Better Cared For In The Community Than In Institutions
Octo Final This House Believes It Is Time For an ASEAN Parliament

Round 1 This House would compel HIV infected people to disclose their disease to their sexual partners
Round 2 This house believes the EU should open its doors to North Africa
Round 3 This House would not teach vocational studies at University
Round 4 This House would positively discriminate women in the armed forces
Round 5 This House believes that outsourcing is good for the developed and developing nations.
Round 6 This house would have harsher sentences for celebrity criminals
Round 7 This House Believes that anti-terrorism is the new McCarthyism
Round 8 This House Would Expand NAFTA Into South America
Round 9 This House Would Prioritise Organ Donations To Those Who Have Lived a Healthy Lifestyle

World University Debate Championship Singapore 2004

Final TTH would ban the abortion of fetuses on the grounds of their permanent disability
Semi-Final TTH believes war journalists should be forced to reveal their sources in international criminal tribunals
Quarter Final TTH believes parents should cast proxy votes for their children
Octo Final TTH would support regime change in Iran

Round 1 TTHW try Saddam Hussein before an international tribunal
Round 2 TTH supports all forms of child labour
Round 3 TTHB eviormentalists should use terrorism in support of their goals
Round 4 TTHB students all round the world should be taught in English
Round 5 TTHW tie world bank aid to womens' rights
Round 6 TTHW make the release of child sexual abusers conditional on chemical castration
Round 7 TTH believes only African countries should be peacekeepers in African conflicts
Round 8 TTH would use international sporting events for political change
Round 9 TTH would ban religious symbols in state schools

ESL Final TTH believes that Japanese armed forces should fight in foreign lands
ESL Semi TTH prefers regional trade agreements to the WTO

World University Debate Championship Stellenbosch 2003

Final This house believes that the world has learned nothing from 9/11
Semi-Final This house believes that globalization is imperialism repackaged
Quarter Final This house believes in the absolute right of the patient
Octo Final This house believes that tobacco companies should have social responsibilities
Round 1 This house fears an expanded Europe.
Round 2 This house would return land to its original owners
Round 3 This house believes that AIDS drugs should be freely available to all
Round 4 This house believes that the media is the West's most effective weapon
Round 5 This house believes that harmony is more important than diversity
Round 6 This house believes that environmentalism in the Third World is the responsibility of the First World
Round 7 This house believes that the West should accept the democratic decision of the people of Zimbabwe
Round 8 This house believes that the US should be answerable to TRCs [Truth & Reconciliation Commissions] in South America.
Round 9 This house believes that Sharon should stand with Milosovic

ESL Final This House would make population control a pre-requisite of aid.
ESL Semi This house supports Compulsory Military Service

World University Debate Championship Toronto 2002

First Rounds
1. This house would bail out failing industries.
2. This house believes that making Yassar Arrafat a partner in peace was a mistake
3. This house believes that the west should treat state sponsored sexism as aparthide
4. This house believes that the WTO is the friend of the developing world
5. This house would force feed anorexics
6. This house believes that political assassinations are a legitimate tool of foreign policy.
7. This house supports domestic content quotas in broadcasting
8. This house believes that the sexual history of rape victime should be admissible in court
9. This house believes that US foreign policy is responsible for September 11.
Octo-Finals: This house would extradite accused criminals to face the death penalty
Quater Finals: This house supports surrogacy for profit
Semi-Final: This house believes that civil liberties must be restricted in the interests of security
Final: This house would ban prisoners publishing accounts of their crimes
ESL:
Semi-Final: THis house believes that prisoners have no right to vote
Final: This house believes that the Nobel Prize proves that the UN has a strong role to play

Selasa, 21 Mei 2013

Lifting Shadows off a Dream


He seems alone and silent
thoughts remain without an answer
Afraid and uninvited
he slowly drifts away

Moved by desire and fear

Breaking delicate wings

Lifting shadows

off a Dream once broken
She can turn a drop of water
Into an ocean

As the rain is pouring down

Tears of sorrow wash his mind
Drifting with the current
This stream of life flows on

He seems alone and silent

waiting on his hands and knees
The chill of winter's darkness sits quietly

Moved by desire and fear

he takes a few steps away

Lifting shadows

off a Dream once broken
She can turn a drop of water
Into an ocean

And she listens openly


He pours his soul into the water

reflecting the mystery
She carries him away
and the winds die slowly

And she listens openly

And she listens openly

Lifting shadows

off a Dream once broken
She can turn a drop of water
Into an ocean

Lifting Shadows off a Dream

Lifting Shadows off a Dream

Debate Hint: Cock Debate!!

Entahlah, secara pribadi saya sulit  membedakan antara perdebatan dengan diskusi. Saya pernah bertanya sama teman tentang perbadaan keduanya, dia malah menjawab dengan tanpa rasa bersalah sedikitpun: Perdebatan itu dilakukan oleh orang-orang yang hebat dan diskusi itu dilakukan hanya di atas kursi. Nyambung dimana coba? Dia beralasan kalo debat itu dekat dengan kata hebat, dan diskusi itu dekat dengan kata kursi. Ngaco banget ya?
Tapi yang pasti keduanya harus mengemukakan argument-argumen yang entah itu baik atau serampangan. Tujuannya pun bermacam-macam: Ada yang memang betul-betul karena ingin mencari kebenaran dan menambah wawasan adapula yang sekadar ingin mencari pembenaran dan kemenangan. Ada juga yang lebih gila, berdebat karena ingin dilirik sama pasangannya. Gila.
Orang-orang yang egois dalam berdiskusi akan sangat tampak sekali memaksakan pendapatnya untuk disetujui oleh orang agar pendapatnya dianggap paling benar. Alih-alih mengemukakan argument yang sehat mereka terkadang menjatuhkan “pribadi orangnya” ketimbang bermaksud menjawab argument lawan bicaranya dengan baik. Inilah yang memicu terjadinya debat kusir, yang sedari awal adu otak menjadi adu otot. Perhatikan dialog ini:
Berkata si A, “lelaki yang baik itu setia pada pasangannya meskipun sebenarnya dia banyak pilihan,” kata si A dengan nada serius sambil melirik kepada istrinya.
Lalu si B menjawab,”omong kosong yang ELLO bilang, dulu-dulunya kamu pernah selingkuh dengan istri saya…”




Coba bayangkan, nyambung dimana tuh pertanyaan sama jawabannya? (ya nyambung lah, penulisnya aja yang maksa untuk bilang tidak nyambung. Egois lu). Ih, kan seharusnya si B itu berkomentar yang baik-baik dong, jangan malah membongkar privacy orang di hadapan orang banyak( Lo, memang dialog di atas melibatkan banyak orang yah, perasaan cuma tiga orang. Si A, si B dan istri si A). Iyya, dong..Cuma ga di sebutkan…
Sudah, suda, sudah! Hentikan perdebatan ini.
Baiklah, sebenarnya ada tekhnik yang lebih mudah ala Deddy corbuzier yang pernah saya posting sebelumnya. Bagi yang belum membacanya silahkan baca di sini.
Bagaimana jika kita terjebak dalam situasi itu?(situasi yang mana) Bagaimana menghadapi lawan bicara yang segitu ngototnya untuk menjatuhkan kita demi pembenaran pendapatnya? Kita bisa bermain-main dengan psikologinya. Saya kira ini akan asyik.
  • Jika anda tiba-tiba dihadapkan pada pertanyaan sulit dan bodoh, maka segera posisikan diri anda sebagai penyerang(lo, memang mau main bola ya?). Iyya, maksudnya jangan defensive gitu.(saya jadi teringat Puyol, Ferdinand dan Okto maniani(?)..)
Memang agak sulit sih, karena pasti anda akan selalu terpancing untuk menjawab pertanyaan bodoh itu dengan ngotot menjawabnya dan memaksakan kehendak anda. Dalam situasi ini, secara psikologis anda tetap akan terjepit dan dianggap bersalah seberapa baikpun argument yang anda ajukan. Dan ini juga akan rentan menjadi bulan-bulanan lawan bicara anda. Jadi? Jangan Defensif dong, jadilah penyerang seperti Lionel Messi , Cristiano Ronaldo dan Okto Maniani(penggemar Okto Maniani)..
Contohnya: Lawan bicara anda menyerang anda dengan kata-kata ini: Kamu kenapa  jelek banget ya…mukamu kusut dan berantakan…
Biasaya kita jika dihadapkan pada premis begini kita cenderung menjadi defensive dengan mengatakan: Masa sih? Mungkin karena saya begadang. Nah dalam situasi ini kita sudah terjebak  dengan menjawab pertanyaan bodohnya(memang pertanayaan bodoh barusan ya?). Itu Cuma contoh. Kalau anda menjawab pertanyaan ini, maka anda akan menjadi bulan-bulanannya. Anda akan diserang pertanyaan beruntun: Kenapa begadang,  Kamu pasti kamu amnesia ya(Amnesia? Loh, insomnia kaleee). Nah jika begini anda dipaksa beradu argument hanya gara-gara pertanyaan bodoh.
  • Jadi gimana dong tekhnik penyerangannya. Apakah menggunakan pola 4-4-2 ala Mu atau 4-3-3 ala Barcelona dengan memosikan Okto Maniani sebagai Target Man. He.
Di sinilah permainan psikologinya. Jangan menjawab pertanyaannya, anda harus balik bertanya dengan pertanyaan membingungkan.  Katakan saja” memang jawaban apa yang kau inginkan?”.
Ini akan mengalihkan pertahatiannya. Atau katakan saja” pasti kamupun tidak mengerti pertanyaanmu kan?”. Jika anda mengatakan ini, maka dia akan menjadi defensive dan memposiskan anda sebagai penyerang. Mungkin dia akan menjawab,” aku tidak tahu.” Di saat seperti ini counter attack dengan mudah anda lakukan, berikan bola segera kepada Cristiano Ronaldo, di saat yang tepat ia akan mengumpang kepada Okto Maniani. Katakan segera,” lo, kamu sendiri yang bertanya, berarti  kamu tahu dong jawaban YANG KAMU INGINKAN…” maka dia pasti akan semakin bingung. Ini memaksa dia untuk mengulang pertanyaanya atau menjelaskan kepada anda jawaban yang dia inginkan. Aneh kan..?
  • Counter Attack selanjutnya adalah sering-seringlah menggunakan kalimat-kalimat ini: Apa maksudmu, bisakah anda menjelaskan pertanyaan anda lagi?, bagaimana spesifiknya pertanyaan anda…Ini pasti membingungkan dia.
  • Ubahlah pertanyaannya sesuai selera anda. Misalnya: Bagaimana anda bisa menjalankan perusahaan ini, kalau hal yang sekecil ini saja anda tidak bisa?  Maka jawablah denga cool ala Sazuke dengan mengatakan: MUNGKIN MAKSUD KAMU adalah saya harus mulai dari hal yang kecil dulu barulah ke hal yang lebih besar.  Ting, dia pasti akan linglung dan terkunci sambil memikirkan sesuatu yang entahlah. Contoh lainnya: “kamu sama sekali tidak mengetahui realitas yang terjadi. Apa yang kamu kerjakan itu tidak lebih dari sampah saja.” Alih-alih anda bersikap defensive  dengan menjawab argumennya, lebih baik anda mengalihkan serangannya.  Katakan saja: “ MUNGKIN MAKSUD KAMU adalah kita harus banyak belajar dari kesalahan-kesalahan sekecil apapun yang pernah terjadi, agar kita bisa menjalankan perusahaan ini dengan baik.” …
Bagaimana? Anda sudah Faham kan?
  • Yang perlu digaris bawahi di sini adalah bahwasannya sesungguhnya kita sebenar-benarnya…..ah sudahlah. Sampai di sini saja trick psikologinya. Ini sudah jurus-jurus pamungkas untuk keluar dari debat kusir tanpa terkalahkan. Saya sarankan anda membaca artikel ini sebagai pelengkap pengetahuan anda
  • sumber: http://jarimanisindonesia.wordpress.com/2012/07/30/langkah-langkah-memenangkan-debat-kusir/#more-900

Innocence Faded

a cloudless mind
Fascination
leaves the doubting blind
Until the circle breaks and wisdom lies ahead
the faithful live Awake
the rest remain misled

Some will transcend spinning years
One as if time disappears

Innocence faded
the mirror falls behind you
Trinity jaded
I break down walls to find you

Callow and vain
fixed like a fossil, shrouding pain
Passionless stage
Distant like brothers
Wearing apathetic displays
Sharing flesh like envy in cages
Condescending
Not intending to end

Some will transcend spinning years
One as if time disappears

Innocence faded
the mirror falls behind you
Trinity jaded
I break down walls to find you

Beginnings get complicated
the farther we progress
Opinions are calculated
Immune to openness

Beyond the circle's edge
We're driven by her blessings
Forever hesitating
Caught beneath the wheel

Innocence faded
the mirror falls behind you
Cynically jaded
The child will crawl to find you.

Debate Hint: Wording, Penggunaan Kata-kata Pengguggah

Pada bagian ini, kita akan membahas cara wording atau penggunaan kata-kata secara lebih tepat agar dapat lebih mudah memanipulasi pikiran orang yang kita hadapi.
1. Penggunaan kata “dan”
Dalam memberi perintah, secara bawah sadar manusia akan lebih mudah menerima dua perintah yang  disambungkan daripada satu perintah yang bersifat otoriter. Misalnya, seorang guru yang memerintah para muridnya untuk duduk tenang. Yang biasa terjadi adalah sang guru akan berkata, “Ayo, semuanya duduk tenang!” Tatkala ia mengatakan kalimat itu, yang terjadi adalah concious authoritarian wording atau penggunaan kata secara otoriter dan sadar. Akan tetapi, manakala kita menambahkan perintah lunak kedua (soft force) seperti “Ayo, semua duduk yang rapi dan dengarkan baik-baik.”, segalanya menjadi berbeda.
Kata “Dengarkan baik-baik” di sini adalah perintah terselubung yang berfungsi melunakkan perintah pertama di dalam pikiran bawah sadar para murid. Percaya atau tidak, hal ini lebih dapat diterima dalam alam pemikiran manusia tatkala ia menerima perintah. Itu karena, bila kita melihat pemikiran manusia secara logis, satu perintah adalah sebuah keharusan/pemaksaan. Akan tetapi, dua perintah yang diterima akan membuat perintah tersebut lebih lunak karena tidak tertuju pada satu hal.
Dengan metode ini, Anda akan mendapatkan dua hal positif, yakni Anda tidak hanya mengajukan satu permintaan, melainkan dua secara sekaligus, tanpa mengesankan adanya paksaan terhadap lawan bicara Anda.
2. “Akan dan Pasti”
Saya mempunyai seorang teman yang pekerjaan profesionalnya adalah ahli hipnotis. Suatu ketika saya melihat peragaan hipnotisnya di hadapan penonton dan menemukan sesuatu yang sangat berharga. Itu adalah rutinitas penggunaan kata-kata “akan dan pasti” di dalam permainannya secara berurutan dan berulang-ulang. Misalnya, “Kamu sebentar lagi akan merasakan kantuk yang begitu berat datang di dalam matamu, kamu pasti mulai merasa lelah, dan ….”
Setelah saya berbicara dengannya dan bertanya mengapa kata-kata “akan dan pasti” sangat kerap digunakan selama pertunjukkan, ia mengatakan bahwa hal itu ia sebut sebagai suggestion command. Yang ia maksudkan di sini adalah perintah sugesti. Ia berkata bahwa penggunaan kata-kata “akan dan pasti” di sini menggantikan kata “mungkin” atau “apakah”. Andaikan saya berkata, “Sebentar lagi kamu mungkin akan merasakan kantuk yang begitu berat datang di dalam matamu,” di sini terlihat jelas bahwa pembicara sendiri tidak yakin. Oleh karena itu, pendengar secara bawah sadar juga tidak akan merasa yakin. Dengan menggunakan kata-kata “akan dan pasti”, secara bawah sadar kita memberikan perintah pada subjek untuk menerima dan percaya pada pandangan kita.
Saya melihat bahwa hal ini sangat baik bila diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Bandingkan kata-kata ini:“Mungkin kalau kamu sedikit kurus kamu terlihat lebih segar!” dengan “Kalau kamu sedikit kurus pasti kamu terlihat lebih segar!”. Atau, “Kamu pasti sembuh bila meminum obat ini!” dengan “Kamu mungkin akan merasa lebih baik setelah meminum obat ini.” Terlihat sekali perbedaan yang mencolok di antara contoh di atas. Yang satu memberikan masukan dengan yakin, sedangkan yang satu lagi memberikan masukan dengan ragu-ragu.
Gunakan hal ini lebih banyak lagi dalam bahasa seharihari Anda. BERIKAN KEPASTIAN BUKAN KERAGUAN!
3. “You must know” (Anda pasti tahu)
Secara psikologis manusia mempunyai pandangan tentang “Tahu Segalanya”. Maksudnya, bila seseorang mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang, berarti ia lebih pandai dari orang lain. Hal ini sesungguhnya dapat kita gunakan dalam permainan kata-kata untuk memanipulasi pola pikir orang.

Simaklah contoh ini: Alih-alih mengatakan “Maaf, jalanan dari rumah saya sangat macet sehingga saya terlambat sampai”. Bandingkan dengan kalimat ini,”Maafkan saya karena sedikit terlambat, anda tahu kan, jam begini di jalanan lagi macet total. Saya kira anda cukup pengalaman dalam hal ini”. Di sini pendengar merasa bahwa ia sesungguhnya tahu sehingga ia lebih mudah memaafkan. Atau, contoh lainnya: “Apakah Anda tahu bahwa multivitamin ini sangat baik bagi kesehatan Anda?” dengan “Anda pasti tahu bahwa multivitamin ini sangat berguna bagi kesehatan Anda, cobalah untuk mengkonsumsinya!”. Berbeda, bukan?
Rasakan kapan kata-kata tersebut membuat pendengar merasa lebih yakin dan benar. Yang Anda pelajari di atas hanyalah sebagian dari seni manipulasi bicara yang dapat kita gunakan untuk memasukkan pemikiran kita pada lawan bicara kita. Namun, dengan bahasa saja tidaklah cukup. Selanjutnya kita akan membahas sedikit tentang Body Perception(postingan selanjutnya). Dalam konteks ini, itu berarti pengamatan gerak tubuh dari lawan bicara yang dapat kita manfaatkan untuk memperoleh informasi yang tak disadari darinya.

(Source:Deddy Corbuzier dalam Mantranya dengan berbagai perubahan)

Polygraph (Alat Deteksi Kebohongan), Keajaiban Dunia Psikologi




Ooo, kamu ketahuan, begitu kira-kira alat pendeteksi kebohongan berkata jika terbukti orang yang melakukan tes ternyata berbohong. Meski mulut bisa berkata bohong tapi ritme napas, keringat, detak jantung, tekanan darah tidak bisa mengelabui alat pendeteksi kebohongan (Polygraph).

Mendeteksi kebohongan memang bukan hal mudah. Meskipun ada tanda-tanda tertentu ketika seseorang berbohong. Tapi dengan alat pendeteksi kebohongan atau Polygraph, seorang yang ahli berbohong pun tidak akan bisa mengelak. Bagaimana cara kerja alat itu?


Tiap orang memang memiliki gaya berbohong yang berbeda-beda. Banyak alasan yang dikemukakan saat berbohong, namun umumnya seseorang berbohong sebagai suatu mekanisme pertahanan diri untuk menghindari masalah.


Sebuah alat yang diciptakan khusus untuk mendeteksi kebohongan pun akhirnya diciptakan. Alat yang diberi nama Polygraph itu diciptakan pertama kali oleh James Mackenzie pada tahun 1902. Kemudian pada tahun 1921, dibuat versi modernnya oleh John Larson, yang dulu merupakan mahasiswa University of California.


Polygraph banyak digunakan oleh kepolisian atau FBI untuk melakukan interogasi dan investigasi suatu kasus. Namun alat ini masih menuai kontroversi terutama di kalangan psikolog. Mereka mengatakan tidak ada standar khusus yang bisa mendeteksi kebohongan.


Cara kerja Polygraph adalah dengan mencatat dan merekam seluruh respons tubuh secara simultan ketika seseorang diberi pertanyaan. Secara sederhana, ketika seseorang berbohong, ucapan yang dikeluarkannya akan menghasilkan reaksi psikologis di dalam tubuh yang akan mempengaruhi kerja organ tubuh seperti jantung, kulit, dan lainnya.


Melalui sensor yang dihubungkan pada bagian tubuh atau organ tersebut, diketahuilah grafik perubahan fungsi organ tersebut, diantaranya grafik bernafas, detak jantung, tekanan darah, keringat dan lainnya. Pemeriksaan dengan Polygraph umumnya mencapai 2 jam dengan tingkat keakuratan hingga 90 persen.


Satu paket alat Polygraph terdiri atas monitor dan alat sensor digital lainnya yang dihubungkan ke seluruh bagian tubuh untuk mengetahui perubahan atau fluktuasi psikologia ketika seseorang berbicara jujur atau bohong. Begini prosedur kerjanya :


1. Seseorang yang akan diuji dengan alat Polygraph duduk di bangku. Di dalam ruangan interogasi hanya ada dua orang, yaitu penguji (Forensic Psychophysiologist) dan orang yang diuji.

2. Beberapa sensor yang terhubung dengan kabel-kabel pada alat Polygraph dipasang di tubuh orang yang akan diuji. Sensor tersebut antara lain yaitu :
  1. Pneumograph, untuk mendeteksi ritme nafas, ditempelkan pada bagian dada dan perut, bekerja ketika ada kontraksi di otot dan udara di dalam tabung.
  2. Blood Pressure Cuff, untuk mendeteksi perubahan tekanan darah dan detak jantung, ditempelkan pada bagian lengan atas, bekerja seiring dengan suara yang muncul dari denyut jantung atau aliran darah.
  3. Galvanic skin resistance (GSR), untuk mendeteksi keringat terutama di daerah tangan, ditempelkan pada jari-jari tangan, bekerja dengan mendeteksi seberapa banyak keringat yang keluar ketika dalam keadaan tertekan dan berbohong.
3. Penguji kemudian memberikan beberapa pertanyaan kepada seseorang mengenai suatu topik, isu atau kasus.
4. Penguji akan membaca grafik tersebut dan mengetahui apakah ada reaksi yang tidak normal atau fluktuatif.
5. Fluktuasi yang terbaca oleh alat Polygraph akan menentukan apakah seseorang berbohong atau jujur.

Polygraph banyak digunakan untuk badan-badan keamanan negara, investigasi kriminal, proses seleksi pekerja dan juga bank. Saat ini menurut Dr. Frank Horvath, seorang profesor kriminologi dari Michigan State University, terdapat sekitar 3.000 orang penguji (Forensic Psychophysiologist) di Amerika, dan 2.000 diantaranya merupakan anggota the American Polygraph Association. Mereka dilatih di sekolah khusus yang sudah terakreditasi oleh the American Association of Police Polygraphists.


Meskipun Polygraph disebut sebagai alat pendeteksi kebohongan, namun sebenarnya alat itu tidak bisa mendeteksi kebohongan. "Alat itu hanya memonitor dan menunjukkan reaksi perubahan psikologis pada orang yang berkata tidak jujur. Kita tidak bisa tahu bohong itu seperti apa," ujar Dr. Bob Lee, seorang Polygrapher (penguji dalam tes Polygraph) dan juga direktur eksekutif Axciton Systems, perusahaan pembuat Polygraph, seperti dilansir
Howstuffworks, Rabu (21/10/2009).
 https://www.google.com/search?hl=id&site=imghp&tbm=isch&source=hp&biw=1024&bih=625&q=hypnotherapy&oq=Hypnothera&gs_l=img.1.0.0j0i24l9.20854.23803.0.26404.10.10.0.0.0.0.2052.7680.2j2j5-2j1j1j1j1.10.0...0.0...1ac.1.14.img.js1gq2gXNk8#hl=id&biw=1024&bih=625&site=imghp&tbm=isch&q=Polygraph&spell=1&sa=X&ei=rnubUYvqBI39rAes54GQCA&ved=0CEwQvwUoAA&bav=on.2,or.r_cp.r_qf.&bvm=bv.46751780,d.bmk&fp=d8d8230be2c8a46f 

The General Adaptation Syndrome dan Coping Efektif-tidak Efektik


The General Adaptation Syndrome

The general adaptation syndrome adalah reaksi fisik pada stress dan kesehatan yang ditemukan oleh Hans Selye (seorang berkebangsaan kanada). Pada dasarnya adalah mobilisasi (gerakan-gerakan) dari tubuh untuk mengatasi ancaman, dikarakterkan melalui 3 pola tahapan yaitu Alarm reaction, The resistance stage, dan the exhaustion stage.

Alarm reaction:
adalah respon tubuh pada segala ancaman termasuk stress secara psikologi dan menggerakkan saraf symphatetic dari system saraf autonomi yang menambah detak jantung dan tekanan darah. Kelenjar endokrin memompa epinephrine dan hormone-hormon lain dalam tekanan darah. Hasilnya ketika stress berlanjut menghasilkan sakit perut sakit kepala dan perasaan akan ‘sakit’. Alarm reaction memiliki dua reaksi yaitu Reaksi tahap 1 (dimana individu pertama kali menghadapi stress tertentu) dan Reaksi tahap 2 (individu mengalami stress yang sebelumnya sudah pernah ia alami)

Resistance Stage:
Dalam Reaksi tahap di GAS, pertahanan (resistance) dari tubuh semakin kuat. Resistance stage biasanya adalah cara tubuh menghadapi stress, dimana ketika pada tahap dua tubuh sudah mulai terbiasa menghadapi stress (misalnya pada pekerja lapangan). Namun pada reaksi tahap 1 tubuh akan kurang bisa menghadapi stress dan akan cenderung mencari sumber hormone dalam tubuh sehingga cenderung zat-zat dalam tubuh akan berkurang.

Exhaustion Stage:
Jika stress berlanjut, maka sumber-sumber zat dalam tubuh akan terus berkurang dan pertahanan melawan stress justru akan semakin rendah. Hal ini juga dapat menyebabkan kematian. Efek psikologis pada dasarnya jarang menjadi sebab kematian, namun memperparah fungsi-fungsi tubuh (misalnya pada kasus hysteria) Exhaustion stage juga berhubungan dengan “emotional exhaustion” ketika coping atau penyelesaian masalah gagal dilakukan.

Coping / penyelesaian masalah yang efektif:

Removing/Reducing Stress (mengurangi atau menghilangkan stress)
Ketika individu sulit untuk lulus dalam suatu mata kuliah, nila ia melakukan tindakan yang bermaksud untuk menghadapi stress tersebut maka pada akhirnya stress akan hilang. Misalnya dalam kasus kelulusan, individu yang cenderung bertanya pada senior, belajar secara teratur pada mata kuliah itu dan meminjam buku sebagai referensi akan cenderung lebih dapat menyelesaikan masalah dan mengurangi tingkat stress.

Cognitive Coping:
Dalam Cognitive coping terdapat reappraisal dimana seseorang merubah cara mereka berpikir untuk mengatasi stress. Misalnya pada artist local Indonesia yang album pertama mereka sukses namun album keduanya sangat tidak laku di pasaran. Maka sang musisi menjadi stress. Namun seorang musisi internasional memeberikannya pencerahan bahwa sebenarnya kegagalan pada album sekuel adalah hal yang biasa terjadi. Maka sang musisi tadi merubah caranya berpikir dan berpersepsi bahwa ini sebenarnya hanyalah tantangan untuk dirinya agar bisa sukses secara konstan.

Managing stress reaction
Ketika seseorang sangat stress maka ia boisa mengalihkan stress atau menekannya dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan. Misalnya seorang mahasiswa yang stress pada ujian akhir semester bisa bermain dengan teman-temannya atau bermain saxophone untuk melepas stressnya dan kemudia kembali semangat belajar.

Coping / penyelesaian masalah yang tidak efektif

Withdrawal
Kabur dari permasalahan atau menghindar atau setidaknya mencari kegiatan yang berbau menghindar dari stress secara eksplisit bukanlah hal yang baik. Misalnya ketika seorang mahasiswa tidak mengerti mata kuliah dan tidak dapat mengerjakan tugas ia malah tidak kuliah pada mata kuliah tersebut. Hal ini mempersepsikan dirinya bahwa kabur adalah hal yang dapat ditoleran.

Agresi
Ketika ada wanita yang berusaha mendapatkan seorang pria namun pria tersebut tidak terlalu memperhatikannya, pada suatu momen wanita tersebut malah berubah menjadi kasar pada pria tersebut. Hal ini disebut agresi dimana timbul reaksi negative (biasanya emosi negative) pada individu saat menghadapi stress.

Self Medication
Anak yang mengalam broken Home cenderung lebih banyak yang terikat dengan kasus narkoba. Rokok obat-obatan dan alcohol dianggap sebagai cara ampuh untuk bisa menyelesaikan atau setidaknya melupakan masalah. Misalnya ketika seorang mahasiswa yang tidak lulus-lulus dari S1 nya, maka ia pergi ke Entrance setiap malam untuk minum alcohol dengan harapan bisa mengurangi stressnya.

Defense Mechanism
Menurut freud ada beberapa defense mechanisms yaitu displacement, sublimation, projection, reaction formastion, regression, rationalization, repression, denial, intellectualization.
Seseorang yang dimarahi atasannya kemudian pada saat ia pulang kerja memarahi istrinya adalah bentuk displacement.
Seseorang yang mengatakan ia tidak marah namun dengan suara yang membentak adalah bentuk dari denial.