Sabtu, 13 April 2013

Psikologi Perdagangan.


Dasar Psikologi Trading

Untuk memahami apa psikologi perdagangan adalah semua tentang adalah untuk membantu Anda lebih memahami faktor yang berbeda, dan tampaknya tak terlihat, yang memisahkan yang baik dan yang buruk pedagang. Hal ini karena meskipun kita untuk menganggap bahwa mereka memiliki strategi perdagangan saham yang sama, jumlah informasi yang sama, pengalaman yang sama di pasar, mereka akan selalu memiliki hasil perdagangan yang berbeda.


Untuk tujuan penjelasan kami berkaitan dengan aspek psikologis perdagangan pasar, mari kita asumsikan bahwa kita memiliki dua orang yang sangat identik orang yang menjadi perdagangan. Tidak masalah jika Anda menganggap mereka sebagai kembar atau tidak, yang penting adalah bahwa mereka memiliki latar belakang perdagangan yang sama, pelatihan yang sama, perangkat sama dan informasi mengenai pasar dan bahkan tren mereka tertarik Bahwa mereka berdua memiliki segalanya yang sama ketika mereka harus melakukan trading.
Dan sekarang demi penjelasan kami, kami akan melompat ke depan untuk beberapa bulan ke depan setelah dua pedagang sudah mulai melakukan trading mereka. Juga karena kita telah menyatakan bahwa dua telah praktis yang sama pada segala sesuatu yang mereka butuhkan untuk melanjutkan perdagangan mereka, termasuk bagaimana mereka belajar trading, yang kita dapat berharap bahwa mereka akan memiliki prestasi yang sama dengan perdagangan mereka. Tetapi hal ini tidak pernah akan sama.
Jika kita akan memeriksa mereka, salah satu dari orang-orang ini mungkin akan membuat keluar kisah sukses perdagangan di pasar. Di sisi lain, orang lain bisa masih mendapatkan uang dari tetapi tidak pada tingkat yang sama seperti yang lain. Dan bahkan bisa menjadi mungkin bahwa ia telah kehilangan segalanya. Dapatkah ini benar-benar terjadi?
Kita dapat menentukan akar penyebab semua ini untuk psikologi trading. Ini adalah untuk mengatakan bahwa individualitas para pedagang hanya datang ke dalam bermain yang sangat mempengaruhi bagaimana mereka diperdagangkan dan membuat keputusan sehubungan dengan perubahan pasar. Masing-masing dari mereka berpikir secara berbeda yang mengarah ke keputusan sendiri dan tindakan dengan perdagangan mereka.
Sebagai contoh untuk hal ini psikologi trading, mari kita katakan bahwa kedua pedagang berada di satu titik pada tingkat yang sama di pasar karena mereka baru saja dimulai. Ketika trend mulai bergerak, masing-masing dari mereka membuat keputusan yang berbeda. Salah satu pedagang memutuskan untuk wilayah itu dan tinggal dengan tren itu, pada akhirnya ia dihargai dengan kembali besar. Pedagang lainnya, di sisi lain, memutuskan untuk menyelamatkan dan berpikir pada saat itu bahwa dia tidak akan risiko kehilangan dalam perdagangan itu. Bagaimana tepatnya mereka datang dengan kesimpulan tersebut adalah sesuatu yang tidak mudah untuk dipahami.
Ini juga di mana yang baik dan yang buruk definisi pedagang masuk Trader yang baik akan tetap dengan strateginya dicoba dan diuji atau sistem perdagangan, dan dengan demikian akan sering mendapatkan sebagian besar dari perdagangan nya. Pedagang yang buruk tidak sebaliknya. Seringkali ia membiarkan emosinya memutuskan kapan ia malah seharusnya hanya terjebak dengan sistem perdagangan nya.
Oleh karena itu hal yang penting untuk diingat adalah bahwa bagi Anda untuk sukses di pasar apapun, Anda harus memeriksa emosi dan kemampuan pengambilan keputusan. Tidaklah cukup bahwa Anda belajar untuk perdagangan bahkan dari para pedagang yang terbaik. Ada beberapa faktor yang Anda akan harus berurusan dengan diri sendiri.

6 Tips Praktis Agar trading lebih optimal

6 karakteristik dan pilosofi umum yang dimiliki oleh trader yang berhasil adalah:

Click title untuk melanjutkan 

Jumat, 12 April 2013

I Am The Killing Hand

An Angel's kiss now fallen
Descending scarlet cuts the sky
Faded names left on the wall
Honor the fighting leave life to
die

Remembered is the sacrifice but

No praisal of blood still flowing
Who were the leaders?
what controlled the Killing Hand
that caused this mouthing?

I'm in the valley

And the saddened chimes I hear
Race towards the wall to find
one more name appears

No one is left now

my one and only land
I laugh at what I've done
I am the Killing Hand



Would you like to sit and talk to me
about the way things change so
suddenly
when your senses come and the feeling
goes?
can you remember feeling much
too close?

Stop your hands from shaking.

Look at me.
Are your senses racing endlessly
tracing
past impressions? So were mine.
Have you ever been used
or will this be the first time?

I've tried to wash from memory
feelings of betrayal and the incidents
that plague me since I lost my sense
of innocence

A history of changes now I'm loving

now I'm losing keeps me constantly
in fear of hearing "I can't see where
this is going"

You lie alone with the memory

feeling the ceiling and walls closing
in on
Your Conscience - my ally
the guilt - your affliction
from preying on praise as you fed
an attention addiction

Someone told me

Light fuse and get away
No gain, no pain
and when it's lust to dust you can
crawl from the wreckage

I can see

what trust and loyalty have done
for me
lying bleeding in the dark
with a thirst for revenge
and a dangerous heart

It's come so clear to me

Light fuse and get away
No gain, no pain
It's a fatal game
and the true lose everything

I can see

what trust and loyalty have done
for me
falling miles from the mark
with a thirst for revenge
and a dangerous heart

Misunderstood

Waiting
In the calm of desolation
Wanting to break
From this circle of confusion

Sleeping

In the depths of isolation
Trying to wake
From this daydream of illusion

How can I feel abandoned even when the world surrounds me

How can I bite the hand that feeds the strangers all around me
How can I know so many
Never really knowing anyone

It challenges the essence of my soul
And leaves me in a state of disconnection
As I navigate the maze of self control

Playing a lion being led to a cage

I turn from a thief to a beggar
From a god to God save me

Playing a lion being led to a cage
I turn from surreal to seclusion
From love to disdain
From belief to delusion
From a thief to a beggar
From a god to God save me

If I seem superhuman
I have been
Misunderstood

Kamis, 11 April 2013

Tugas Psikologi Pendidikan: Pendapat Mengenai Pendidikan Anak Dibawah Umur-Anak TK pada Masa Kini





Mengingat tentang bagaimana dulu pada saat saya berada di TK. Memang terasa sangat berbeda, terutama dengan lingkungan dan system pendidikan di masa sekarang. Suatu hal pasti berkembang dan bisa menuju ke perkembangan yang positif maupun negative. Faktanya, perkembangan kognisi dari generasi ke generasi pasti makin meningkat (bayangkan pada masa lampau tidak ada google, tidak ada internet, mungkin buku pun sulit didapat). Hal ini juga dipengaruhi oleh lingkungan, ekonomi dan nutrisi (tentu saja tingkat ekonomi yang tinggi pada masa kini mendukung tumbuh kembang kanak-kanak).
Disatu sisi, pantas saja jika pada masa sekarang kurikum segera ditingkatkan dan disesuaikan, tapi apakah hal ini tidak memberatkan bagi anak-anak?

Maka berdasarkan pertimbangan itu, saya menyimpulkan beberapa perkembangan pada TK di masa sekarang
 
Positifnya:
-         Anak-anak TK sekarang jago bahasa inggris.
Lihat saja banyak anak sekarang yang benar-benar fluent bahasa inggrisnya, mereka mulai lancar mengenal vocabulary bahasa inggris. Hal ini tentu membantu kemampuan verbal mereka
-         Anak-anak TK sekarang permainannya sudah makin rumit
Dulu itu anak-anak mainannya plastisin, main polisi-polisian. Sekarang? Pasti udah mulai merambah ke teknologi. Biasanya ada permainan di android yang bisa dimainkan bahkan oleh anak TK. Hal ini bisa menstimulasi mereka agar bisa bersinergi dengan teknologi
-         TK sekarang dipenuhi oleh fasilitas yang semakin menunjang kemampuan anak
Dulu TK cenderung tidak terlalu ‘wah’. Hanya seperti taman dengan kelas-kelas kecil. Nah kalau sekarang, mulai dari fasilitas AC sampai alat olahraga dan lapangan berlari juga disediakan. Walaupun ini terjadi tidak pada semua TK, tapi TK yang paling biasa pun sekarang sudah memadai kualitasnya..
-         Anak-anak TK sekarang dituntut untuk lebih cepat mengerti
Anak-anak sekarang kan sudah dicekoki dengan kurikulum yang disublimasikan dengan materi-materi Akademis (misalnya berhitung membaca menulis). Nah hal ini sebenarnya bisa membantu mereka untuk bisa coping dengan adaptasi yang mereka hadapi di sekolah SD nanti ataupun di lingkungan mereka
-         Kurikulum TK sekarang lebih menenkankan ke akademis dan bakat
Ini sebenarnya diadaptasi dengan perkembangan zaman sekarang dimana standart dan kualitas individu anak meningkat. Hal ini sebenarnya ditanggapi dengan baik karena bisa meningkatkan mutu pendidikan (terutama di Indonesia) secara tidak langsung. Dan tentu saja ini memacu pertumbuhan anak agar lebih versatile di pendidikan

Negatif
-         Anak-anak TK sekarang cenderung “dipaksa dan terpaksa”
Satu hal yang pasti pada masa anak-anak, BERMAIN ADALAH SEGALANYA. Maka dari itu jika kita implementasikan kurikulum sekarang pasti cenderung men-drag mereka agar mengikuti akademis. Dampaknya? Mereka jadi under achiever karma waktu mereka bermain dipakai untuk belajar. Dan pada waktunya mereka belajar? Otomatis mereka jadi bosan dan malas belajar lagi.
-         Etika anak-anak TK sekarang dipertanyakan
Boleh sebenarnya kita focus ke pendidikan, tapi kan kita juga harus memberi stimulus positif mengenai sikap, sifat dan etika sehingga mereka bisa jadi orang yang cenderung berguna bagi masyarakat. Logikanya, untuk apa anak pintar sepintar-pintarnya tapi dirumah mereka memukul ibu atau adiknya?
-         Budaya etnis mulai berkurang
Dengan adanya kelas bilingual, internasional dan semacamnya, sudah tentu mereka diperkenalkan dengan bahasa international sehingga mereka cenderung bingung terhadap bahasa mereka sendiri atau bahasa daerah. Faktanya: coba hitung tahun 1990 dan tahun 2012, anak muda sekarang cenderung tidak bisa bahasa daerahnya sendiri (termasuk saya) maka ini adalah dampak dari pendidikan masa kecil juga.
-         Anak-anak TK sekarang cenderung manja dan biaya pendidikannya mahal
Mereka akan cenderung bergantung pada ‘limgkungan serba mudah’ seperti saat ini. Akibatnya mereka pasti akan merubah anak-anak dan mereka jauh dari kata mandiri
-         kesenangan masa kecil terkikis
Bayangkan tekanan yang dirasakan anak-anak ketika pada masa mereka bermain mereka malah harus terus belajar. Sehingga pada tahap perkembangan mereka baik secara kognitif dan fisik pasti akan mengalami tekanan.

berikut sedikit artikel dari Malaysia mengenai teori pendidikan anak dibawah umur:

Teori Kecerdasan Pelbagai diperkenalkan oleh Dr. Howard Gardner pada tahun 1983. Beliau merupakan profesor dalam bidang pendidikan di Harvard Universiti. Menurut Gardner, kaedah lama untuk mengukur tahap kecerdasan manusia, iaitu berdasarkan ujian IQ adalah terlalu terhad. Justeru, Dr. Gardner telah mengemukakan 8 jenis kecerdasan yang berbeza sebagai satu cara untuk mengukur potensi kecerdasan manusia, kanak-kanak dan dewasa.

Kecerdasan-kecerdasan yang telah dikenal pasti adalah seperti berikut:

i)
Linguistik ("word smart"):
  • Sifat: Pelajar yang memiliki kecerdasan ini akan menggunakan bahasa secara berkesan dan mempunyai keupayaan auditori yang optimum. Belajar paling baik melalui pendengaran .Tidak membina gambaran mental. Suka bercakap. Gemar membaca, bermain teka kata dan penulisan.
  • Aplikasi dalam pengajaran & pembelajaran secara hubungan: Perkataan
  • Kerjaya: Sasterawan (Penulis, Penyajak, Penceramah, Pensyarah dalam bidang sastera)
  • Contoh: A. Samad Said, William Shakespeare

ii) Logikal ("number/reasoning smart"):
  • Sifat: Pemikiran secara konsep, abstrak. Berkebolehan menjelajahi dan menghubungkait. Mereka gemar kepada pembuktian, pengiraan, permainan berasaskan kepada logik dan penyelesaian puzzle.
  • Aplikasi dalam pengajaran & pembelajaran secara hubungan: nombor atau logik
  • Kerjaya: Ahli Matematik, Saintis, Jurutera, Akauntan.
  • Contoh: Al-khawarizmi, Isaac Newton.

iii) Bodily / Kinesthetic ("Body smart"):
  • Sifat: Gemar pergerakan aktif dalam pembelajaran. Mempunyai kemahiran berkomunikasi melalui pergerakan badan dan aktiviti fizikal. Cemerlang dalam aktiviti 'hands-on'. Kadang-kadang mereka didapati sukar untuk memberikan tumpuan dan fokus.
  • Aplikasi dalam pengajaran & pembelajaran secara hubungan: Pengalaman fizikal
  • Kerjaya: Atlit sukan, pemain bola sepak, peninju, penari, pelakon, tentera, polis.
  • Contoh: Nicol David, Jackie Chan, Rosyam Noor.

iv) Visual / Spatial ("Picture smart"):
  • Sifat: Mereka yang mempunyai kecerdasan ini dikatan memerlukan visual bagi membina kefahaman mereka. Pembelajaran yang paling berkesan ialah dengan menggunakan gambar dan imej. Mereka akan menukarkan apa yang dibaca dan didengar kepada bentuk gambaran mental. Kebiasaannya cemerlang dalam pembelajaran bilik darjah.
  • Aplikasi dalam pengajaran & pembelajaran secara hubungan: Gambar
  • Kerjaya: Pelukis, Pengukir, Arkitek.
  • Contoh: Leonardo Da Vinci, Hijjaz Kasturi

v) Muzik ("Music smart"):
  • Sifat: Sensitif terhadap irama dan bunyi. Mereka boleh belajar dengan menggunakan muzik.
  • Aplikasi dalam pengajaran & pembelajaran secara hubungan: Muzik
  • Kerjaya: Komposer, Penyanyi
  • Contoh: Ajai, P. Ramlee, Siti Nurhaliza

vi) Interpersonal ("people smart"):
  • Sifat: Gemar untuk berinteraksi dengan individu yang lain. Pembelajaran yang paling berkesan ialah dengan aktivti berkumpulan.
  • Aplikasi dalam pengajaran & pembelajaran secara hubungan:Pengalaman sosial
  • Kerjaya: Ahli Politik, Peniaga, Pengacara, Usahawan
  • Contoh: Aznil Hj. Nawawi

vii) Intrapersonal ("Self smart"):
  • Sifat: Mempunyai ciri yang sensitif. Pembelajaran yang berkesan ialah dilakukan secara individu.
  • Aplikasi dalam pengajaran & pembelajaran secara hubungan: Refleksi Kendiri
  • Kerjaya: Pengarang, Ahli Motivasi, Pakar Kaunseling, Ahli Psikologi.
  • Contoh: Dr. Fadzilah kamsah, Jean Piaget.

viii) Naturalist ("Nature smart"):
  • Sifat: Mereka mempunyai kebolehan untuk berinteraksi dengan persekitaran.
  • Aplikasi dalam pengajaran & pembelajaran secara hubungan: Pengalaman dengan alam semula jadi.
  • Kerjaya: Ahli Biologi, Geologist.
  • Contoh: Charles Darwin.


Semoga keadaan-keadaan yang negative bisa diminimalisir dan keadaan positif bisa dimaksimalkan

Menjadi Seseorang yang Profesional dan Berkomitmen

Psikolog, dokter, guru, polisi, auditor adalah beberapa contoh profesi yang ada di mana pun, dan profesi-profesi ini adalah profesi yang mulia. (Tentunya masih ada berbagai profesi lain, tetapi ijinkan saya hanya menuliskan beberapa saja, untuk menghemat waktu menuliskan catatan ini.) Ada usaha keras untuk mencapai target kompetensi yang diembankan pada profesi-profesi tersebut, dan biasanya ada pihak-pihak yang akan menimbang dan menilai kelayakan kompetensi itu di kemudian hari. Ijin praktik berpotensi dicabut, ijazah berpotensi dibatalkan, gelar berpotensi diambil kembali, jika terjadi penyelewengan terhadap kode etik profesi. Sedemikian ketatnya aturan yang diberlakukan di dalam organisasi profesi (seharusnya), semata-mata untuk melindungi dan mengingatkan anggotanya, agar tetap berada di jalur karir dan profesi yang benar. Namun, di dalam kenyataannya, senantiasa ada usaha pihak-pihak lain untuk menyalahgunakan profesi tertentu, untuk dan atas nama kepentingan pribadi dan golongan mereka. Psikolog dan dokter sebenarnya adalah profesi yang tidak saja berfungsi kuratif dan rehabilitatif (menyembuhkan, mengobati, memulihkan) tetapi juga berfungsi preventif (mencegah masalah dan gangguan, supaya tetap sehat, produktif, dan berkarir cemerlang). Akan tetapi, jika dipikir-pikir dan diingat-ingat, berapa banyak orang yang datang ke psikolog untuk berkonsultasi sebelum terjadinya masalah atau gangguan yang parah, atau datang ke dokter sebelum penyakitnya sukar ditangani lagi? Pengalaman praktik saya menunjukkan bahwa lebih banyak orang datang untuk menangani masalah yang masuk kategori cukup parah hingga parah sekali, ketimbang datang untuk berbincang-bincang tentang strategi pengembangan diri dan pencapaian prestasi. (kemungkinan juga karena praktik saya di bidang klinis, bukan di bidang pengembangan diri :D jadi lazimnya memang mereka datang untuk tindakan konseling dan psikoterapi atas masalah pribadi dan keluarganya).Terkait dengan profesi yang diemban, ada beberapa hal yang menguak di benak saya dan akan saya tuangkan di dalam tulisan ini lebih lanjut. Anggaplah ini sebagai pesan awal tahun bagi Anda sekalian.

Pertama, ingatlah baik-baik bahwa Anda memilih profesi yang sedang Anda tekuni saat ini. Pilihan itu seharusnya tidak dipaksakan orang lain, jadi janganlah mengeluh. Berjuanglah untuk menggapai predikat professional di bidang Anda, dan jadikan diri Anda teladan untuk kebaikan banyak pihak. Kembangkan diri Anda untuk kebaikan Anda sendiri, belajarlah tanpa henti, dan baktikan diri Anda untuk profesi Anda. Hargai dan junjung profesi Anda, yang merupakan bagian dari hidup Anda sendiri. Jabatan dan kedudukan dapat berakhir, profesi itu melekat hingga akhir hayat.






Kedua, ingatlah ikrar profesi Anda yang pernah Anda ucapkan di hadapan publik. Anda berjanji untuk tidak berpihak atas golongan atau kelompok tertentu, untuk kepentingan tertentu, dan atas nama orang atau pihak tertentu. Anda harus tetap menjunjung tinggi profesionalisme, menolong orang sesuai kapasitas Anda, berbagi ilmu secara profesional. Jangan gadaikan harga diri Anda, jangan jual nama baik Anda untuk sejumput uang, karir atau jabatan tertentu, ketenaran sesaat, demi membela orang yang salah, atau membenarkan orang yang berbuat keliru. Jangan sembarang menawarkan barang atau jasa untuk menguntungkan diri Anda sendiri (misalnya memberikan latihan tes bagi orang yang sedang melamar pekerjaan atau mendaftar masuk ke program profesi tertentu, walaupun uangnya lumayan menjanjikan, ingatlah baik-baik Anda pernah mengucapkan ikrar profesi). Jangan menjual seminar atau ceramah Anda demi mendapatkan uang banyak, walaupun isi seminar tidak sesuai dengan hasil penelitian (bahkan belum pernah menjalani proses penelitian yang ilmiah). Jangan mengobral pelatihan Anda untuk uang semata-mata, dan karenanya Anda menginjak-injak harkat dan martabat Anda sendiri. (misalnya mengobral pelatihan hipnotis 1 hari untuk keberhasilan di bidang ini dan itu padahal seharusnya Anda tahu bahwa pelatihan hipnoterapi itu membutuhkan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan karena dasar teorinya harus dikuasai lebih dulu, atau pelatihan CBT yang jelas-jelas terapi dijual untuk umum, karena dianggap sekadar latihan untuk mengembangkan diri sendiri, padahal untuk menguasai CBT sendiri dibutuhkan waktu tahunan). Berhati-hatilah dalam memberi komentar di media massa, dan waspadailah pesan publik Anda, jangan sampai orang lain menyalahgunakan ucapan atau tulisan Anda untuk hal-hal yang menguntungkan mereka dan menjatuhkan orang lain. Apalagi saat ini jalur media terbuka lebar untuk mengenalkan siapa Anda, baik melalui surat kabar dan majalah, radio, televisi, ataupun internet. Saya pernah menolak dengan tegas stasiun televisi yang menawari saya untuk rekaman dalam rangka mengisi acara bulan Ramadhan dengan topik dampak puasa secara psikologis. Bukan karena saya tidak paham makna dan perilaku berpuasa, tetapi karena saya tidak merasa cukup berkompetensi untuk berbicara tentang hal tersebut, apalagi karena saya bukan seorang Muslim. Saya sarankan mereka mencari psikolog muslim saja, untuk kemaslahatan banyak pihak.  

Ketiga, sadari kapasitas kompetensi Anda. Bilamana Anda telah memenuhi standar kompetensi tertentu, kerjakanlah bagian Anda di bidang tersebut. Bila ada bagian lain yang kurang sesuai dengan kompetensi Anda, belajarlah untuk mencukupi bagian tersebut, sehingga Anda dapat disebut kompeten di bidang itu. Sementara itu, berikan kesempatan kepada orang lain atau pihak lain yang lebih kompeten dari Anda, belajar dan bergaullah dengan orang-orang yang memilih kompetensi mumpuni, untuk meningkatkan kompetensi Anda juga. 



Psychology Hints: Jangan ragu untuk mengejar pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi baru karena kita tidak pernah mengetahui kapasitas kita yang sesungguhnya sebelum kita mencoba. Jangan puas dengan daerah kenyamanan kita, bergeraklah, hadapilah tantangan, dan jadilah pribadi yang sukses bukan karena mendompleng nama orang lain atau institusi tertentu, tetapi karena kita dikenal sebagai orang yang mumpuni di suatu bidang. Saya sedang belajar dan masih akan terus belajar, semoga kita pun berminat serupa dengan saya.

http://psikologi.tarumanagara.ac.id/news_media/read/media_articles/menjadi-profesional-di-dalam-profesi-anda 

10 Teknologi Masa Depan yang Ditunggu Setiap Orang


Perkembangan teknologi sekarang ini sangatlah cepat. Teknologi yang dulunya hanyalah candaan sekarang sudah diwujudkan sebagai sesuatu yang nyata. Tapi di antara hal tersebut masih ada teknologi yang belum terwujud. Pada artikel ini kita akan melihat 10 penemuan teknologi masa depan yang ditunggu-tunggu oleh kebanyakan orang. Mana yang sudah berada di depan mata, dan mana yang masih dalam impian belaka?
 
10. Mobil Tanpa Pengemudi (Driverless Car)
Anda adalah orang modern yang sangat sibuk. Anda sering berpergian dengan mobil pribadi, tetapi Anda juga sibuk dengan aktivitas seperti makan, mengerjakan tugas, membaca, teks, berbicara di telepon, gunting kuku, makeup dan sebagainya. Singkatnya, Anda membutuhkan mobil tanpa pengemudi atau Driverless Car.
Walaupun proyek pengembangan ini telah ada sejak lama, tetapi yang paling terdepan dalam hal teknologi mobil robotik adalah Google si Perusahaan Raksasa Mesin Pencari Internet. Google berhasil mengembangkan mobil prototype tidak berpenumpang yang dilaporkan telah berjalan sejauh 200.000 mil (sekitar 321 ribu kilometer) pada jalan California.
Sekarang ini Google hanya menunggu pemerintah dan hukum negara menyetujui pengujian lebih lanjut, tapi masih tidak jelas apakah masyarakat umum dapat membeli mobil ini. Yah setidaknya harus diuji di Indonesia, khususnya Jakarta dulu dengan jalanan yang sangat 'menantang' ini.
 
9. Mobil Terbang (Flying Car)
Jalanan sangat rame dan padat, apalagi di kota Jakarta, Indonesia ini. Oleh karena itulah kita membutuhkan alternatif lain yang masih terbuka lebar, yakni langit. Daripada seperti biasa mengemudi pada ketinggian umum di tanah dengan mobil umumnya juga, pasti lebih baik mengemudi di langit dengan ketinggian yang lebih tinggi dengan mobil terbang.
mobil terbang
Tetapi kita mungkin harus lebih menerima kenyataan bahwa ini mungkin impian yang sangat lama. Karena mengemudi mobil di langit berbeda dengan pesawat di langit, bayangkan jika mobil terbang sudah banyak diproduks dan tidak ada peraturan terbang maka berapa banyak kecelakaan yang mungkin terjadi? Ya, negara harus mendukung peraturan terbang tersebut dan itu sangat lama.
Konsep dari mobil terbang ini juga merupakan sesuatu yang tabu karena banyaknya kebohongan dan lelucon yang ada. Jadi untuk sekarang ini, teknologi ini tidak dapat disentuh umat manusia.
 
8. Jetpack Pribadi (Personal Jetpack)
Sudah waktunya setiap dari kita memiliki jetpack yang merupakan impian para pemimpi masa depan karena mereka sangat menakjubkan. Tapi yang kita bicarakan di sini juga bukan jetpack biasa yang terbang secara perlahan, bukan FANpack melainkan benar-benar JETpack.
personnal jetpack
Perasaan menggunakan jetpack akan setara dengan adrenalin yang terpacu pada saat mengendarai motor pada jalanan lapang dan terbuka tanpa adanya batasan bahwa Anda harus berbelok karena jalanan berliku.
Sama halnya seperti mobil terbang, hanya saja Anda dapat menikmati pemandangan dan Anda tidak perlu mengendarai benda yang besar hanya benda kecil seukuran tubuh Anda, yang juga mengizinkan Anda berpergian dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu yang sangat cepat.
 
7. Kota Bawah Air (Underwater City)
Laut menawarkan manusia misteri yang sangat luas. Walaupun manusia telah berhasil memperluas pengetahuan mereka akan kedalaman laut tetapi tetap saja misteri ini menawarkan manusia kekagumannya tersendiri. Jika hal ini memang terjadi, maka kota atau negara bawah air bukan lagi impian.
kota bawah laut
Memang banyak desain mengenai hal ini sudah diajukan, seperti Hotel Bawah Laut Dubai tapi itu hanya mencakup sedikit orang yang dapat tinggal di sana. Yang kita bicarakan di sini adalah kota, dan masyarakat luas dapat tinggal di sana.
Ini bukanlah sesuatu yang murah, melainkan sangat mahal dan juga memang tidak terlalu dibutuhkan. Tidak ada kondisi yang mengharuskan manusia tinggal di bawah laut. Mungkin karena inilah teknologi ini masih cukup jauh.
 
6. Makanan dalam Bentuk Pil (Food in a Pill)
Makan makanan enak mungkin menarik untuk dinikmati secara perlahan-lahan dan Anda memang punya waktu untuk itu. Bagaimana jika makanan yang Anda makan tidak enak dan Anda adalah orang yang sangat sibuk dengan moto Anda 'waktu adalah uang'? Makanan dalam bentuk pil adalah solusi dari pertanyaan ini.
makanan dalam bentuk pil
Ide ini telah ada selama bertahun-tahun sebagai impian fiksi. Masalahnya adalah seseorang perlu mengetahui bagaimana cara agar manusia mendapatkan nutrisi yang cukup dari kapsul, pil atau tablet yang dimana dapat dikatakan tidak mungkin. Ini juga tidak terbatas hanya kepada nutrisi, orang tersebut harus mempertimbangkan protein, karbohidrat, vitamin, mineral dan sebagainya agar Anda tetap sehat.
Lagian, selalu makan pil juga tidak dapat dikatakan hidup walaupun Anda adalah orang sibuk. Rasa pil juga umumnya tidak enak.
 
5. Robot Pembantu (Robot Maids)
Yang kita bicarakan di sini bukanlah robot yang sebatas membersihkan debu atau dengan tugas spesifik membersihkan wilayah tertentu, melainkan sebuah robot yang mampu membantu manusia memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Di antaranya adalah membersihkan rumah, toilet, dan memasak.
Robot Maid
Agar robot tersebut dapat berinteraksi dengan baik, maka robot tersebut harus mampu untuk melakukan pembelajaran sosial. Si robot mempelajari perilaku manusia dan mensimulasikannya. Singkatnya, walaupun bentuk mereka tidak harus seperti manusia, mereka harus otonom.
Mungkin yang paling dekat dengan teknologi ini adalah robot pembersih debu Roomba, si 
robot kecil, bulat dan selalu dekat dengan lantai.
 
4. Komputer yang lebih Pintar Dari Manusia
Banyak film fiksi telah menunjukkan bagaimana perilaku komputer yang lebih pintar dari manusia. Sebagai contoh film jaman dulu 2001 : A Space Odyssey (HAL), Resident Evil (White Queen), dan masih banyak lainnya. Yah kebanyakan memang berakhir dengan komputer yang berusaha menguasai umat manusia, tapi tidak dapat dibantah jika teknologi ini ada maka banyak pekerjaan manusia yang sangat terbantu.
komputer yang lebih pintar dari manusia
Selama bertahun-tahun, banyak penemu dan engineer yang berusaha mewujudkan hal ini, tapi co-founder Microsoft Paul Allen mengekspresikan keraguannya akan hal ini. Ia mengatakan "otak manusia bekerja dalam cara yang tidak dapat diprediksi." Ia juga mengatakan bahwa ahli saraf saja belum mengerti secara penuh cara kerja otak apalagi 
menciptakannya.
 
3. Android (Humanoid Robot)
Jika manusia dapat menciptakan robot pembantu atau komputer yang lebih pintar dari manusia seperti pada poin sebelumnya, mungkin menciptakan Android atau Robot yang menyerupai manusia bukan lagi impian.
Android
Mereka dapat berperilaku, berbicara dan berpikir seperti manusia, bahkan bentuk mereka serupa dengan manusia. inilah yang kita bicarakan di sini, bukan sebatas robot dengan bentuk lingkaran dan kotak.
Android mungkin dapat berpikir seperti manusia dan berprilaku seperti manusia, tapi bagaimana dengan perasaannya? Jika Android tidak memiliki perasaan seperti manusia, maka ini dapat dikatakan sebagai awal mula dari akhir umat manusia. Bayangkan, robot dapat berpikir seperti manusia dan mereka akan berpikir 'untuk apa mereka mematuhi umat manusia yang lebih bodoh dari mereka?'.
 
2. Exoskeletons
Sebuah baju yang fit dengan tubuh Anda, memperbolehkan Anda untuk memiliki kekuatan seperti superhero. Berlari sangat cepat, melompat dengan ketinggian yang luar biasa, anti peluru seperti Superman. Terlebih jika memperbolehkan Anda mempunyai super-senses seperti Spiderman. Perasaan seperti ini pasti sangat menakjubkan.
exoskeleton
Jika baju ini berhasil diciptakan, maka pekerjaan yang tadinya membutuhkan banyak orang sekarang hanya membutuhkan satu orang, yaitu Anda sendiri dan dalam waktu yang lebih cepat.
Tapi mungkin tidak semua orang dapat mengenakan pakaian ini jika memang ada, jika semua orang dapat memakai ini maka dunia akan berada dalam kekacauan. Penjahat Anti Peluru dengan kekuatan Superman? Woww... Jelasnya ini adalah impian yang sangat tinggi dan mungkin dapat dikatakan tidak mungkin diciptakan.

1. Kehidupan Hologram (Holographic Life)
Hidup dalam dunia dengan kemajuan teknologi pesat dan implementasi teknologi pada semua benda di sekitar Anda. Bahkan semuanya bersifat hologram. Ini adalah impian semua pemimpi teknologi masa depan, tidak terbatas kepada tampilan 3 dimensi pada layar melainkan hologram dalam seluruh benda yang ada di dunia.
Berikut video imajinatif dengan impian teknologi semua orang berada di dalamnya.
Mungkin teknologi yang paling dekat dengan teknologi ini adalah Google Glasses, kacamata yang memeperbolehkan Anda merekam apa yang Anda lihat dengan sensornya tersendiri.

http://www.tahupedia.com/content/show/73/10-Teknologi-Masa-Depan-yang-Ditunggu-Setiap-Orang

The After Before

SMP:



 SMA:

Kuliah Awal

 Kuliah Akhir

 ............ NO COMMENT


Premanisme: Dorongan Psikologis Anak?

Berbagai media (baik media cetak maupun elektronik) telah banyak memberitakan aksi premanisme yang dilakukan oleh pelajar. Contoh aksi premanisme yang banyak dilakukan oleh pelajar saat ini antara lain seperti: tawuran antar geng atau siswa, perampasan barang milik siswa lain dengan paksa, memeras teman-temannya ataupun tidak sopan terhadap orang lain juga kepada guru. Sikap premanisme tersebut telah banyak dijumpai di kalangan pelajar, bahkan pelajar ibu kota yang notabene lebih mengenal dekat pendidikan formal dibanding anak desa yang belum tentu mengenal/mengenyam pendidikan. Mestinya mereka lebih paham apa guna pendidikan. Saya prihatin akan hal ini, mengingat tingkat keamanan di Medan juga sangat menegerikan sekarang. 

berikut ada makalah yang mungkin bisa membuat kita sadar mengapa hal itu terjadi.





I. Pengertian Pelajar
Sebutan “Pelajar” diberikan kepada peserta didik yang sedang mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran untuk mengembangkan dirinya melalui jalur, jenjang dan jenis pendidikan. Peserta didik dalam arti luas. Peserta didik dalam arti luas adalah setiap orang yang terkait dengan proses pendidikan sepanjang hayat, sedangkan dalam arti sempit adalah setiap siswa yang belajar di sekolah (Sinolungan, 1997).
Peserta didik dalam arti sempit inilah yang disebut sebagai pelajar. Dikatakan pelajar sebab mereka mengikuti pembelajaran dalam konteks pendidikan formal , yakni pendidikan di sekolah. Melalui pendidikan formal inilah pelajar diajarkan berbagai macam ilmu pengetahuan, seperti Ilmu Pengetahuan Alam, Sosial, Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, dan masih banyak lagi. Diharapkan, selama mengikuti kegiatan pembelajaran, siswa mampu mengembangkan dirinya baik secara social, emosi, intelektual, bahasa, moral dan kepribadian ke arah positif yang diinginkan semua orang. Perkembangan yang dialami pelajar berbeda-beda. Tergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar. Tidak selamanya perkembangan pada diri pelajar menuju pada hal positif. Adakalanya beberapa pelajar justru menunjukkan perkembangan ke arah negatif, salah satunya aksi premanisme yang marak dilakukan oleh pelajar di berbagai daerah saat ini.
Sangat disayangkan, sebab hakikat seorang pelajar adalah belajar dan menuntut ilmu.

Lanjutan: Click The Title

Evil Psychology


Berikut literatur mengenai "Evil Psychology":

Hostility, hatred, and violence are the greatest evils we have to contend with today. Evil is now--ever has been, and ever will be--an existential reality, an inescapable fact with which we mortals must reckon. In virtually every culture there has existed some word for evil, a universal, linguistic acknowledgment of the archetypal presence of "something that brings sorrow, distress, or calamity...; the fact of suffering, misfortune, and wrongdoing."[1] Yet another of Webster's traditional definitions links the English word evil with all that is "angry... wrathful,... [and] malignant."[2] The term evil has always been closely associated with anger, rage, and, of course, violence. But today we seem uncomfortable with this antiquated concept. Our discomfort resides largely in the religious and theological implications of evil, based on values, ethics, and morals that many today find judgmental, dogmatic, and passé. In a secular society like ours, we Americans have tended to avoid biblical characterizations such as "sin," "wickedness," "iniquity," and evil."[3] Nevertheless, as Jungian analyst Liliane Frey-Rohn rightly remarks: "Evil is a phenomenon that exists and has always existed only in the human world. Animals know nothing of it. But there is no form of religion, of ethics, or of community life in which it is not important. What is more, we need to discriminate between evil and good in our daily fife with others, and as psychologists in our professional work. And yet it is difficult to give a precise definition of what we mean psychologically by these terms."[4]

Evil is an actuality, whether or not we choose to deny it. In their 1971 anthology, Sanctions for Evil, social psychologists Nevitt Sanford and Craig Comstock cogently justify resurrecting the religiously tainted term "evil": "In using the word evil, we mean not that an act or pattern of fife is nccesarily a sin or a crime according to some law, but rather that it leads to damage or pain suffered by people, to social destructiveness of a degree so serious as to call for use of an ancient, heavily freighted term."[5] When employed in this sense, evil is synonymous with "senseless violence." But, on a still subtler level, evil can be considered that tendency which -- whether in oneself or others -- would inhibit personal growth and expansion, destroy or limit innate potentialities, curtail freedom, fragment or disintegrate the personality, and diminish the quality of interpersonal 
relationships.

Lanjutan: Click The Title

Gitaris "Ter-ciri-khas" Versi Saya

Danielle Gottardo
 

 Allan Holdsworth

 


Jon Gomm

Greg Howe



Steve Vai


Guthrie Govan


TERGAGAL 2013