Senin, 18 Maret 2013

My Chronicle: Stairway to Debatopia



Jadi teringat sama salah satu senior saya di kampus psikologi, dia selalu bilang sama saya: “kuliah Pep, jangan debat aja, jangan keluar kota aja” dan pada akhirnya saya menulis tentang hal ini. ENGLISH DEBATING. Apa sih English debating itu? Kenapa sih saya bisa addicted sama English debating? Apasih serunya? Profitnya apa? Emang bisa sampai ngapain? Oke oke sip akan saya bahas di postingan saya kali ini, saudara-saudara.

English debating adalah perdebatan dengan menggunakan bahasa inggris. Ya, bahasa inggris. Tapi tunggu dulu, kita ga harus jago bahasa inggris kok untuk bisa debat bahasa inggris, karena untuk English debating, content comes first! Dibandingkan dengan anak kuliah yang ngomong bahasa inggrisnya secepat 230km/h, juri akan lebih memberi credit lebih pada debater TK yang ngomongnya standart, tapi isinya bisa sampai ke masalah jurisdiksi, sovereignity, utility and deontology, secularism, CJS, dan.. berbagai peranakannya.

Ketika saya ditanya,”Fif, kok suka banget sama debat bahasa inggris? Enak ya?” nah ini dia manfaat, dan enaknya English debate:
  1. melatih berpikir kritis.
Ya tentu saja dengan topik-topik perdebatan di kuliah pasti sudah tidak lagi yang biasa, sebut saja tentang democracy, market, philosophical debate, wah pasti membutuhkan pengetahuan luas dan trik jitu untuk bisa mengakali tema debat (biasanya kalau di dunia debat dibilang MOTION)

  1. melancarkan bahasa inggris kita
udah jelas kan? Secara gak langsung kita akan terus spontan ngomong bahasa inggris, apalagi kalau kita lagi berdebat tuh, kita disuruh bicara 7-8 menit! Nah kudu jago ngatur speech dan strategi kalau gitu. Karena kalau kita udah jago, katanya ngomong 10 menit juga ga cukup karena argument kita banyak..

  1. meluapkan emosi
nah ini lebih kearah kepuasan pribadi saya mungkin ya.. saya adalah orang yang jarang marah atau susah ngeluarin emosi (don’t ask don’t tell for real for sure). Nah Cuma di English debate saya bisa ngeluarin emosi saya. Apalagi kalau lawannya ngomongnya ngaco, wah sasaran empuk tuh. Atau kalau lawannya jago, biasanya kita cenderung bakal mau ngebalikin apa yang dia bilang. Pokoknya kalau English debate saatnya jadi keras kepala! Tapi gaboleh kebawa ke kehidupan kita ya…

Sebenarnya masih banyak lagi manfaat ikut English debate, misalnya kita punya banyak, sekali lagi, banyak teman baru. Bahkan orang Jakarta Bandung sampai orang Asia. Kita juga bisa membangun link dari sana. Belum lagi ketika kita sudah ada kredibilitas di dunia debat, (misalnya ikut event asia, atau nasional) maka kita bisa menjadi juri debat dan biasanya di bayar dengan jumlah yang sangat lumayan.


Jadi sudah sejauh apa saya ikut English debate? Sejak kapan nih? Cerita berawal ketika saya di bangku SMA (masih sangat lugu, cupu dan tidak berdaya)
Nah saya masih ingat dulu Sir Ismoyo mengajak saya ikut lomba yang diadakan di SMA 3 Medan. Nah saya dulu bersama 12 teman saya mengikuti lomba debat disana (debat pertama saya melawan cewek blasteran bernama Zilvana dan dia benar-benar awesome). Pertama-tama tentu kami takut, segan, malu, ga nyali dll, tapi lama kelamaan kok jadi asik ya?

Sejak saat itu Sir Ismoyo mempercayakan saya, teman saya Rizky priyanka, Karina Nursyafira, TM Iqbal, Firizky dan teman-teman lain untuk membentuk Harapan English Club. Kami menjadi pelopor terbentuknya salah satu ekskul di sekolah saya. Dan rasanya sangat asik. Karena seperti bisa secara nyata mengabdi pada sekolah (ciee)

Nah coba cek beberapa track record saya di SMA dulu:
-mengikuti lomba debat IMSI Anniversary
-mengikuti seminar Cathrine Lockheart mengenai “Critical thinking”
-mengikuti IEC debate open 2010
-juara 2 lomba speech sekota madya Medan, 2010 (juara 1 nya Zilvana Sabili)
Di smk 8 Medan
-mengikuti seminar debat bahasa inggris seprovinsi di Berastagi, 2010
-juara 3 lomba debat bahasa inggris seprovinsi di Berastagi, 2010.
-pembicara terbaik ketiga lomba debat bahasa inggris seprovinsi di Berastagi, 2010

Lalu apa yang saya dapat sekarang? Alhamdulillah saya dipercaya menjadi trainer-instructor di SMA Harapan 1, ini terkesan berlebihan tapi saya juga senang bisa bersama teman-teman di SMA Harapan lagi (sekarang junior di SMA saya debatenya sudah seram-seram, ada bantuan dari juri nasional juga dan sangat menambah ilmu saya)

      Jadi, gimana dong nasib English debate di masa kuliah saya? Oh tentu saja saya mencoba mempertahankan, yang namanya English debate akan terus membuat ketagihan!
Di masa kuliah saya mendapat kesempatan emas karena dipercaya oleh Bu Dina untuk mewakili tim Psikologi USU di lomba debat bahasa inggris seUSU. Nah pada akhirnya berujung sampai event nasional. Saya mendapat beribu pengalamana berharga, pengalaman tak tergantikan, orang-orang baru dan beragam, serta level euphoria debate yang sangat fierce.

Berikut track record saya di masa kuliah saya (sampai saat ini)
-juara 3 USUEDC (lomba debat bahasa inggris se-USU) 2012
-semifinalis MICE (lomba debat bahasa inggris se-universitas Medan) 2012
-peringkat 56 IVED (lomba debat bahasa inggris se-universitas di Indonesia) ITB, Bandung. 2013
-juara 1 SOVED (lomba debat bahasa inggris  se-universitas di Sumatera) UMSU, Medan. 2013
-peringkat 10 tim pemula AEO (lomba debat bahasa inggris se-universitas di Asia) Bina Nusantara, Jakarta 2013
-pembicara terbaik ke 9 lomba Soved 2013

Saya mendapatkan banyak teman baru, terutama di UKM debat bahasa inggris di USU yaitu USD (USU Society for Debating). Sebut saja tim saya pada saat debat nasional, bang Elsyam, bang Ahyat, bang Frederick dan masih banyak lagi, belum lagi teman-teman di Jakarta, bandung dan asia yang alhamdulillah masih in-contact sampai sekarang.
Belum lagi ilmunya, wah saya banyak mengenal istilah baru, taktik baru, cara public speaking yang menarik (walaupun saya garing kalau ngomong di depan umum) sampai manner and method. Luar biasa!

Tunggu apa lagi teman-teman, ayo gabung di dunia English debating, beneran tidak akan nyesal. Terlalu banyak hal yang menguntungkan yang bisa kita dapat.

Beyond all frankness, English debate, is one of my eternal passion.

Terimakasih :)


Nb: postingan ini adalah amanah dari Bu Dina dalam rangka memperjelas track record saya. Tidak ada maksud untuk pamer atau sombong karena sebenarnya masih sangat banyak yang lebih berjaya di dunianya masing masing maupun di dunia debat. Semoga postingan ini akan memotivasi. Best of luck, everyone :)

  
      




 

0 komentar:

Poskan Komentar